Minggu, 25 Desember 2011
Bila engkau mencintai seseorang serupa
kristal bening yang anggun indahnya hanya boleh diungkapkan dalam simfoni keindahan.Begitulah hendaknya engkau mestilah menjaga hati kekasihmu dengan bertanggungjawab dan lemah lembut.Ingatlah walau terlihat kuat kristal itu ianya sangat mudah pecah meski hanya sekali hentakan keras, sebab ia begitu rapuh.Begitupun perasaan manusia yang diukir oleh percaya harapan dan cinta,ia bertahan dengan setia.Sekali kau mengkhianati dan menghancurkan kepercayaannya,maka akan sulit bagimu menyusun jembangan baru dari serpihan kristal yg hancur berserakan..
Sabtu, 24 Desember 2011
Islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan fitrah manusia. Perasaan kasih sayang, benci, dendam, rindu, malu, takut, sedih dan gembira itulah yang disebut kekuatan syahwat yang sememangnya dibekalkan oleh Allah SWT kepada makhluk-Nya.
tiga syarat utama mesti dimiliki oleh manusia yang inginkan kebahagiaan;
~ Pertama kekuatan ilmu, kemudian
~ kekuatan syahwat dan yang terakhir
~ kekuatan marah.
Syahwat dan marah mesti berlutut di bawah ilmu sehingga tidak terjadi pemujaan syahwat dan kebuasan binatang pada diri kita.
Sikap manusia yang beriman ketika merasai kehadiran cinta sepatutnya menyandarkan perasaan itu pada penilaian mana yang halal dan mana yang haram. Sikap menolak terus hubungan cinta antara lelaki dan wanita adalah terlalu kejam terhadap gerak naluri yang ada pada diri.
Bukankah Rasulullah SAW mencela pemuda-pemuda yang berikrar untuk tidak mahu berkahwin kerana hendak membersihkan diri? Pada akhir hadis tersebut Rasulullah SAW mengingatkan mereka: “Sesiapa yang membenci Sunnahku bukan dari golonganku.”
Islam menghalalkan perhubungan cinta yang dibatasi dengan adab-adabnya, sehinggakan Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengarang kitab yang membahaskan tentang cinta dan kerinduan iaitu :
Raudhah al-Muhibbiin wa Nuzhah al-Musytaqiin (Taman Orang Yang Bercinta dan Dataran Orang Yang Berkasih). Ia mengupas secara tuntas apa yang dihalalkan dan diharamkan bagi mereka yang bercinta.
Ada beberapa panduan menikmati cinta dengan cara halal bagi mereka yang berkasih sebelum memasuki bahtera pernikahan.
( 1 )... Menjaga Pandangan.
Pandangan yang tidak disengajakan boleh membawa isyarat syahwat yang halus dan tersembunyi.
Mata merupakan organ seks yang paling awal berfungsi. Kerana dari pandangan akan berputik syahwat menurut kadar rangsangan kenikmatannya yang tersendiri.
Benarlah firman Allah SWT yang memberi panduan bagi lelaki dan wanita yang terpaksa berkomunikasi dalam urusan yang tidak dapat dielakkan.
“Katakanlah kepada lelaki-lelaki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (Surah al-Nur: Ayat 30-31)
( 2 )... Jangan Berdua-duaan
Pintu masuk syaitan hendaklah ditutup rapat sebelum mata sama memandang, hati berpautan, gerak tubuh meminta perhatian, tangan berpegangan, suasana yang sunyi akhirnya menghantar angin nafsu syahwat yang mematikan iman.
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud; “Mata itu berzina, zinanya adalah memandang, lidah itu berzina, zinanya adalah perkataan, kaki itu berzina, zinanya adalah langkahnya, tangan itu berzina, zinanya adalah memegang, hati berkehendak dan berkhayal sedangkan kemaluan membenarkan atau mendustakannya.” (Riwayat al-Bukhari, Muslim, al-Nasaie dan Abu Daud)
( 3 )...Cinta Kerana Allah
Jika ditakdirkan kita bertemu dengan kekasih hati sebelum gerbang perkahwinan dimasuki, alangkah bertuahnya jika fasa berkenalan disulam dengan benang-benang iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sabda Rasulullah SAW:
“Tiga perkara jika ada pada seseorang ia akan merasakan manisnya iman, iaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selainnya, ia tidak mencintai seseorang melainkan kerana Allah dan ia enggan kembali kepada kekufuran sepertimana ia benci dilemparkan ke neraka.” (Riwayat al-Bukhari, Muslim, al-Turmizi, al-Nasaie)
Kekuatan cinta sejati ada pada akhlak suci yang disemai bersama iman yang membara di hati.
Namun begitu obat yang paling mujarab bagi yang sakit kerana bercinta adalah pernikahan yang menghalalkan segala bentuk hubungan syahwat. Jika tidak mampu maka berpuasalah.
“Cinta ialah iradah Tuhan, dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau ia terletak di atas tanah yang lekang dan tandus, tumbuhnya akan menyiksa orang lain. Kalau ia datang pada hati yang keruh dan kepada budi yang rendah, ia akan membawa kerosakan. Tetapi jika ia hinggap di hati yang suci, ia akan mewariskan kemuliaan, keikhlasan dan taat kepada Ilahi.”
Semoga bermanfaat....
( Copas )
Sabtu, 05 November 2011
Tetap Konsentrasi Kerja Setelah Putus Cinta
Izin sakit atau bolos kantor memang sangat menggoda bagi yang sedang sedih karena putus cinta. Tak jarang saya mendengar rekan kerja absen (dengan izin sakit) karena sedang hancur akibat putus cinta. Tapi mau berapa lama hal tersebut akan berlangsung? Sehari, dua hari, atau bahkan sampai satu minggu?
Kehidupan percintaan Anda boleh sedang terpuruk, tapi membolos kerja karena putus cinta hanya akan membuat kehilangan pekerjaan. Lupakanlah sejenak kisah pahit percintaan dan bangkit kembali. Hidup harus terus berjalan.
Perhatikan penampilan
Datang dengan penampilan lusuh dan muka kusut bukan strategi terbaik Anda jika ingin membangkitkan suasana hati. Luangkan waktu untuk memilih pakaian supaya hati lebih ceria. Jika perlu, pergilah ke salon sebelum berangkat ke kantor untuk membuat Anda lebih percaya diri. Kepercayaan diri yang meningkat bisa membuat perasaan lebih baik. Pujian dari rekan sekerja tentang penampilan Anda juga bisa bisa membuat hari semakin ceria.
Musik
Susun daftar lagu yang bisa memberikan semangat — bukan membuat semakin sendu. Buang lagu-lagu patah hati dari playlist dan gantikan dengan nada-nada semangat dari penyanyi favorit. Putar sejak berangkat kerja hingga sampai di kantor. Jika memungkinkan, tak ada salahnya memutar lagu-lagu penyemangat sambil bekerja. Tapi, jangan lupa kenakan earphone.
Simpan benda-benda Kenangan
Apapun yang mengingatkan Anda pada si dia, jangan dibawa ke tempat kerja. Jika ada foto atau benda yang mengingatkan si dia di meja kerja Anda, sebaiknya simpan dulu. Fokus pada pekerjaan dan hindari hal-hal yang bisa menganggu konsentrasi serta menarik perhatian Anda kembali pada si dia.
Stop memantau
Anda mungkin selalu terkoneksi ke Internet di tempat kerja, tapi bukan berarti Anda terus memantau pergerakannya di Twitter atau Facebook. Hindari jejaring sosial ini sementara jika Anda merasa belum bisa mengatasi perasaan. Mengetahui dia sedang bersama siapa, melakukan apa, atau berada di mana hanya akan membuat perasaan Anda campur aduk dan menyurutkan suasana bekerja. Tak tertutup kemungkinan Anda bisa menitikkan air mata atau malah menangis tersedu-sedu di meja kerja jika melihat dia ternyata bahagia.
Jangan menghubungi
Tinggalkan drama putus cinta ini di rumah. Kantor adalah tempat Anda fokus pada pekerjaan. Anda seorang profesional dan sudah dewasa, Anda tentu bisa melakukan ini. Jangan hubungi mantan kekasih di jam kerja. Walau pembicaraan bisa berlangsung baik-baik, tapi paling tidak setengah jam sampai dua jam ke depan Anda akan lebih banyak memikirkan pembicaraan dengan sang mantan ketimbang konsentrasi pada pekerjaan.
Tutup mulut
Tak perlu curhat sana-sini kepada rekan kerja kalau Anda putus dari sang kekasih. Sebisa mungkin hindari subjek ini untuk mengontrol emosi Anda. Jika tidak pandai menjaga perasaannya, Anda bisa berakhir menangis tersedu-sedu atau kehilangan konsetrasi akibat sesi curhat ini. Jika ada yang bertanya, jawab saja dengan singkat lalu alihkan ke pembicaraan lain. Jika sahabat Anda adalah teman kerja, ceritakan kisah sedih Anda setelah jam kerja di tempat yang lebih pribadi. Anda kan tidak mau digolongkan sebagai orang yang tidak bisa memilah antara kepentingan pribadi dan profesional di tempat kerja.
Makan
Yap, makan merupakan elemen sangat penting dalam keadaan ini. Makanan yang bergizi bisa memberikan Anda energi dan semangat lebih dalam menyelesaikan pekerjaan. Minum air yang cukup juga bisa membantu Anda menjaga konsentrasi bekerja. Tak ada salahnya meninggalkan diet sementara dan memilih makanan yang menyenangkan hati. Salah satu makanan favorit yang dipercaya bisa meningkatkan hormon yang membuat suasana hati lebih baik adalah cokelat.
Istirahat
Jangan memaksakan diri, kondisi fisik Anda mungkin sedang tidak prima karena kurang tidur dan stres. Usahakan ambil istirahat singkat 5-10 menit seperlunya. Pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka menyegarkan diri atau menikmati kudapan favorit Anda di pantry. Lakukan sambil mengobrol ringan dengan rekan kerja untuk meningkatkan mood. Jika Anda masih sering menangis di toilet, jangan lupa membawa tisue dan obat iritasi mata untuk mengindari mata bengkak saat kembali ke kantor.
Jangan membuat keputusan penting
Anda sedang dalam keadaan emosional. Sebisa mungkin hindari membuat keputusan penting yang mempengaruhi hidup Anda. Tunggu beberapa hari setelah emosi Anda mereda dan bisa berpikir jernih. Jangan membuat keputusan yang bisa disesali hanya karena sedang dalam keadaan emosi. Fokus pada pekerjaan namun jangan terlalu paksakan diri mengerjakan hal-hal yang berat. Selesaikan sedikit-sedikit pekerjaan Anda sehingga beban pikiran tidak semakin menumpuk.
Bersenang-senang
Tak ada salahnya menyempatkan diri bersenang-senang sepulangnya dari kantor. Lakukan apa saja yang bisa membuat Anda lebih positif dan bersemangat. Berburu diskon, minum kopi di kafe yang nyaman, menonton bioskop, karaoke, ke salon bersama sahabat atau kegiatan apapun yang bisa mengalihkan perhatian atau membuat Anda bisa bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan. Terimalah fakta kalau hubungan Anda sudah berakhir dan hidup Anda harus terus berjalan.
Assalamu'allaikum, ,,,,,
Tak terasa waktu terus memapah kita, mengantar kita kepada Hari yang penuh dgn Hikmah, dimana Keikhlasan dan keta'atan seorang hamba-Nya, seorang Manusia Pilihan, seorang Nabi-Nya Ibrahim a.s dan Ismail a.s di uji-Nya.,,, Subhanallah,,,
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar ,,,, Laillaha Ilallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahilhamdu,,,,
,,,,,,,,
Selamat Hari Raya Aidil Adha,
1432 Hidjriyah, 06 November 2011 M.
Minal Aidin Wal Faidzin,
Mohon maaf lahir dan bathin,,,
Atas lisan yg tak terjaga,
Hingga menyinggung rasa,
Ataupn sikap dan janji yg terabaikan,
Atas nama Jongos_SD 02 dan keluarga, serta atas nama sy pribadi,
Memohon maaf tuk semua khilaf, alpa dan salah, di sengaja ataupn tidak.
Semoga kita trgolong hamba2 yg di cintai-Nya, karena sikap pemaaf kita sebelum di minta. Aamiin
Dalam kerendahan hati,
Ada ketinggian budi,
Dalam kemiskinan harta,
Ada kekayaan Jiwa,,
Barakallahu Fikhum, Jazakallahu Khoir,,
Rabu, 02 November 2011
~Bersamamu dalam halal karena-Nya,di atas naungan ridha-Nya.Memandangmu penuh makna,membelaimu karena taqwa,menyentuhmu menjadikan pahala,menyanjungmu karena pesona cinta-Nya.Yakinlah ini adalah rahmat yang berbuah Syurga
Wahai sahabat,inilah cinta tersuci itu,inilah makna bersatu setelah akad sakral tersebut.Bersabar& ikhlaskan engkau menunggunya dalam pintu ibadahmu,dalam gerbang ketaqwaanmu kepada Allah hingga ia menghampirimu sebagai rahmat yang indah & berbuah berkah,aamiin~
(diah ayu_pak guru_fauziah)
Wahai sahabat,inilah cinta tersuci itu,inilah makna bersatu setelah akad sakral tersebut.Bersabar& ikhlaskan engkau menunggunya dalam pintu ibadahmu,dalam gerbang ketaqwaanmu kepada Allah hingga ia menghampirimu sebagai rahmat yang indah & berbuah berkah,aamiin~
(diah ayu_pak guru_fauziah)
Ada saat Ketika Resah tak Bertemu jawabnya
Ada Saat ketika Gelisah tak berujung dimana Muaranya Kecuali Menikah.
Disaat kesendirian tak sanggup Kita Tangguhkan
Sementara Penantian,Masih berpijak pada tempatnya.
Ada yang Tak Bisa Kita jawab_Karena SEmua dalam Genggam_NYA
Sebuah Nama Yang Belum Terungkap dibalik Telapak tangan Kita
SEbuah Wajah yang tak Kunjung hadir dalam Mimpi kita
Sebuah Sosok yang masih Diselimuti kabut menghitam.
Tetapi ..Ada satu Hal Yang harus Kita Telusuri dalam LIku setiap Nadi,Dalam Ruang SEtiap Sudut Dihati,dan Dalam Jiwa yang Tenang.
Adakah_Lamanya Penantian Ini adalah Ujian ketaqwaan kita Yang Tinggi Kepada_NYA ??
Ataukah Teguran atas Kerikil-kerikil KHilaf kita Yang Menggunung ??
Adakah Kerena Kesombongan ,terhadap apa yang Telah Allah Beri ??
Atau Memang Jodoh BElum saatnya_ Dan Memang SEgala Sesuatu ada masanya.
Tahan Risaumu.. Cobalah Sejenak merenung dan Bila Perlu Teteskan Airmata.
Ajak Bicara Nurani_ MUngkin Penantian Itu.. Sebagai kesempatan dari Allah untuk KIta Menyiapkan diri sebelum amanah sebaga....................
Ada Saat ketika Gelisah tak berujung dimana Muaranya Kecuali Menikah.
Disaat kesendirian tak sanggup Kita Tangguhkan
Sementara Penantian,Masih berpijak pada tempatnya.
Ada yang Tak Bisa Kita jawab_Karena SEmua dalam Genggam_NYA
Sebuah Nama Yang Belum Terungkap dibalik Telapak tangan Kita
SEbuah Wajah yang tak Kunjung hadir dalam Mimpi kita
Sebuah Sosok yang masih Diselimuti kabut menghitam.
Tetapi ..Ada satu Hal Yang harus Kita Telusuri dalam LIku setiap Nadi,Dalam Ruang SEtiap Sudut Dihati,dan Dalam Jiwa yang Tenang.
Adakah_Lamanya Penantian Ini adalah Ujian ketaqwaan kita Yang Tinggi Kepada_NYA ??
Ataukah Teguran atas Kerikil-kerikil KHilaf kita Yang Menggunung ??
Adakah Kerena Kesombongan ,terhadap apa yang Telah Allah Beri ??
Atau Memang Jodoh BElum saatnya_ Dan Memang SEgala Sesuatu ada masanya.
Tahan Risaumu.. Cobalah Sejenak merenung dan Bila Perlu Teteskan Airmata.
Ajak Bicara Nurani_ MUngkin Penantian Itu.. Sebagai kesempatan dari Allah untuk KIta Menyiapkan diri sebelum amanah sebaga....................
UZLAH ADALAH PINTU TAFAKUR
TIADA SESUATU YANG SANGAT BERGUNA BAGI HATI SEBAGAIMANA UZLAH UNTUK MASUK KE MEDAN TAFAKUR.
Kalam-kalam Hikmat pertama hingga ke sebelas telah memberi gambaran tentang keperibadian tauhid yang halus-halus. Seseorang yang mencintai Allah s.w.t dan mahu berada di sisi-Nya sangat ingin untuk mencapai keperibadian yang demikian. Dalam membentuk keperibadian itu dia gemar mengikuti landasan syariat, kuat beribadat dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Dia sering bangun pada malam hari untuk melakukan sembahyang tahajud dan selalu pula melakukan puasa sunat. Dia menjaga tingkah-laku dan akhlak dengan mencontohi apa yang ditunjukkan oleh Nabi s.a.w. Hasil daripada kesungguhannya itu terbentuklah padanya keperibadian seorang muslim yang baik. Walaupun demikian dia masih tidak mencapai kepuasan dan kedamaian. Dia masih tidak mengerti tentang Allah s.w.t. Banyak persoalan yang timbul di dalam kepalanya yang tidak mampu dihuraikannya. Dia telah bertanya kepada mereka yang alim, tetapi dia tidak mendapat jawapan yang memuaskan hatinya. Jika ada pun jawapan yang baik disampaikan kepadanya dia tidak dapat menghayati apa yang telah diterangkan itu. Dia mengkaji kitab-kitab tasauf yang besar-besar. Ulama tasauf telah memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh akalnya namun, dia masih merasakan kekosongan di satu sudut di dalam dirinya. Bolehlah dikatakan yang dia sampai kepada perbatasan akalnya.
Hikmat 12 ini memberi petunjuk kepada orang yang gagal mencari jawapan dengan kekuatan akalnya. Jalan yang disarankan ialah uzlah atau mengasingkan diri dari orang ramai. Jika dalam suasana biasa akal tidak mampu memecahkan kubu kebuntuan, dalam suasana uzlah hati mampu membantu akal secara tafakur, merenungi perkara-perkara yang tidak boleh difikirkan oleh akal biasa. Uzlah yang disarankan oleh Hikmat 12 ini bukanlah uzlah sebagai satu cara hidup yang berterusan tetapi ia adalah satu bentuk latihan kerohanian bagi memantapkan rohani agar akalnya dapat menerima pancaran Nur Kalbu kerana tanpa sinaran Nur Kalbu tidak mungkin akal dapat memahami hal-hal ketuhanan yang halus-halus, dan tidak akan diperolehi iman dan tauhid yang hakiki.
Hati adalah bangsa rohani atau nurani iaitu hati berkemampuan mengeluarkan nur jika ia berada di dalam keadaan suci bersih. nur yang dikeluarkan oleh hati yang suci bersih itu akan menerangi otak yang bertempat di kepala yang menjadi kenderaan akal. Akal yang diterangi oleh nur akan dapat mengimani perkara-perkara ghaib yang tidak dapat diterima oleh hukum logik. Beriman kepada perkara ghaib menjadi jalan untuk mencapai tauhid yang hakiki.
Nabi Muhammad s.a.w sebelum diutus sebagai Rasul pernah juga mengalami kebuntuan akal tentang hal ketuhanan. Pada masa itu ramai pendeta Nasrani dan Yahudi yang arif tentang hal tersebut, tetapi Nabi Muhammad s.a.w tidak pergi kepada mereka untuk mendapatkan jawapan yang mengganggu fikiran baginda s.a.w, sebaliknya baginda s.a.w telah memilih jalan uzlah. Ketika umur baginda s.a.w 36 tahun baginda s.a.w melakukan uzlah di Gua Hiraa. Baginda s.a.w tinggal sendirian di dalam gua yang sempit lagi gelap, terpisah dari isteri, anak-anak, keluarga, masyarakat hinggakan cahaya matahari pun tidak menghampiri baginda s.a.w. Amalan uzlah yang demikian baginda s.a.w lakukan secara berulang-ulang sehingga umur baginda s.a.w mencapai 40 tahun. Masa yang paling baginda s.a.w gemar beruzlah di Gua Hiraa’ ialah pada bulan Ramadan. Latihan uzlah yang baginda lakukan dari umur 36 hingga 40 tahun itu telah memantapkan rohani baginda s.a.w sehingga berupaya menerima tanggungjawab sebagai Rasul. Latihan semasa uzlah telah menyucikan hati baginda s.a.w dan meneguhkannya sehingga hati itu mampu menerangi akal untuk mentafsir wahyu secara halus dan lengkap. Wahyu yang dibacakan oleh Jibrail a.s hanyalah singkat tetapi Rasulullah s.a.w dapat menghayatinya, memahaminya dengan tepat, mengamalkannya dengan tepat dan menyampaikannya kepada umatnya dengan tepat meskipun baginda s.a.w tidak tahu membaca dan menulis.
Begitulah kekuatan dan kebijaksanaan yang lahir dari latihan semasa uzlah. Tanpa latihan dan persiapan yang cukup seseorang tidak dapat masuk ke dalam medan tafakur tentang ketuhanan. Orang yang masuk ke dalam medan ini tanpa persediaan dan kekuatan akan menemui kebuntuan. Jika dia masih juga merempuh tembok kebuntuan itu dia akan jatuh ke dalam jurang gila.
Orang awam hidup dalam suasana: “Tugas utama adalah menguruskan kehidupan harian dan tugas sambilan pula menghubungkan diri dengan Allah s.w.t”. Orang yang di dalam suasana ini sentiasa ada masa untuk apa juga aktiviti tetapi sukar mencari kesempatan untuk bersama-sama Allah s.w.t. Orang yang seperti ini jika diperingatkan supaya mengurangkan aktiviti kehidupannya dan memperbanyakkan aktiviti perhubungan dengan Allah s.w.t mereka memberi alasan bahawa Rasulullah s.a.w dan sahabat-sahabat baginda s.a.w tidak meninggalkan dunia lantaran sibuk dengan Allah s.w.t. Mereka ini lupa atau tidak mengerti bahawa Rasulullah s.a.w dan para sahabat telah mendapat wisal atau penyerapan hal yang berkekalan. Hati mereka tidak berpisah lagi dengan Allah s.w.t. Kesibukan menguruskan urusan harian tidak membuat mereka lupa kepada Allah s.w.t walau satu detik pun. Orang yang mata hatinya masih tertutup dan cermin hatinya tidak menerima pancaran Nur Sir, tidak mungkin hatinya berhadap kepada Allah s.w.t ketika sedang sibuk melayani makhluk Allah s.w.t. Orang yang insaf akan kelemahan dirinya akan mengikuti jalan yang dipelopori oleh Rasulullah s.a.w dan diikuti oleh para sahabat iaitu memisahkan diri dengan semua jenis kesibukan terutamanya pada satu pertiga malam yang akhir. Tidak ada hubungan dengan orang ramai. Tidak dikunjung dan tidak mengunjungi. Tidak ada surat khabar, radio dan televisyen. Tidak ada perhubungan dengan segala sesuatu kecuali perhubungan dengan Allah s.w.t.
Dalam perjalanan tarekat tasauf amalan uzlah dilakukan dengan bersistematik dan latihan yang demikian dinamakan suluk. Orang yang menjalani suluk dinamakan murid atau salik. Si salik menghabiskan kebanyakan daripada masanya di dalam bilik khalwat dengan diawasi dan dibimbing oleh gurunya. Latihan bersuluk memisahkan salik dengan hijab yang paling besar bagi orang yang baharu menjalani jalan kerohanian iaitu pergaulan dengan orang ramai. Imannya belum cukup teguh dan mudah menerima rangsangan daripada luar yang boleh menggelincirkannya untuk melakukan maksiat dan melalaikan hatinya daripada mengingati Allah s.w.t. Apabila dia dipisahkan dari dunia luar jiwanya lebih aman dan tenteram mengadakan perhubungan dengan Allah s.w.t.
Semasa beruzlah, bersuluk atau berkhalwat, si murid bersungguh-sungguh di dalam bermujahadah memerangi hawa nafsu dan tarikan duniawi. Dia memperbanyakkan sembahyang, puasa dan berzikir. Dia mengurangkan tidur kerana memanjangkan masa beribadat. Kegiatan beribadat dan pelepasan ikatan nafsu dan duniawi menjernihkan cermin hatinya. Hati yang suci bersih menghala ke alam ghaib iaitu Alam Malakut. Hati mampu menerima isyarat-isyarat dari alam ghaib. Isyarat yang diterimanya hanyalah sebentar tetapi cukup untuk menarik minatnya bagi mengkaji apa yang ditangkap oleh hatinya itu. Terjadilah perbahasan di antara fikirannya dengan dirinya sendiri. Pada masa yang sama dia menjadi penanya dan penjawab, murid dan pengajar. Perbahasan dengan diri sendiri itu dinamakan tafakur.
Pertanyaan timbul dalam fikirannya namun, fikirannya tidak dapat memberi jawapan. Ketika fikirannya meraba-raba mencari jawapan, dia mendapat bantuan daripada hatinya yang sudah suci bersih. Hati yang berkeadan begini mengeluarkan nur yang menerangi akal, lalu jalan fikirannya terus menjadi terang. Sesuatu persoalan yang pada mulanya difikirkan rumit dan mengelirukan, tiba-tiba menjadi mudah dan terang. Dia mendapat jawapan yang memuaskan hatinya kepada persoalan yang dahulunya mengacau fikiran dan jiwanya. Dia menjadi bertambah berminat untuk bertafakur menghuraikan segala kekusutan yang tidak dapat dihuraikannya selama ini. Dia gemar merenung segala perkara dan berbahas dengan dirinya, menghubungkannya dengan Tuhan sehingga dia mendapat jawapan yang memuaskan hatinya. Semakin dia bertafakur semakin terbuka kegelapan yang menutupi fikirannya. Dia mula memahami tentang hakikat, hubung-kait antara makhluk dengan Tuhan, rahsia Tenaga Ilahi dalam perjalanan alam dan sebagainya.
Isyarat-isyarat tauhid yang diterima oleh hatinya membuat mata hatinya melihat bekas-bekas Tangan Allah s.w.t dalam alam maya ini. Dia dapat melihat bahawa semuanya adalah ciptaan Allah s.w.t, gubahan-Nya, lukisan-Nya dan peraturan-Nya. Hasil dari kegiatan bertafakur tentang Tuhan membawa dia bermakrifat kepada Allah s.w.t melalui akalnya. Makrifat secara akal menjadi kemudi baginya untuk mencapai makrifat secara zauk.
Dalam pengajian ketuhanan akal hendaklah tunduk mengakui kelemahannya. Akal hendaklah sedar bahawa ia tidak mampu memahami perkara ghaib. Oleh itu akal perlu meminta bantuan hati. Hati perlu digilap supaya bercahaya. Dalam proses menggilap hati itu akal tidak perlu banyak mengadakan hujah. Hujah akal melambatkan proses penggilapan hati. Sebab itulah Hikmat 12 menganjurkan supaya mengasingkan diri. Di dalam suasana pengasingan nafsu menjadi lemah dan akal tidak lagi mengikut telunjuk nafsu. Baharulah hati dapat mengeluarkan cahayanya. Cahaya hati menyuluh kepada alam ghaib. Apabila alam ghaib sudah terang benderang baharulah akal mampu memahami hal ketuhanan yang tidak mampu dihuraikannya sebelum itu.
TIADA SESUATU YANG SANGAT BERGUNA BAGI HATI SEBAGAIMANA UZLAH UNTUK MASUK KE MEDAN TAFAKUR.
Kalam-kalam Hikmat pertama hingga ke sebelas telah memberi gambaran tentang keperibadian tauhid yang halus-halus. Seseorang yang mencintai Allah s.w.t dan mahu berada di sisi-Nya sangat ingin untuk mencapai keperibadian yang demikian. Dalam membentuk keperibadian itu dia gemar mengikuti landasan syariat, kuat beribadat dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Dia sering bangun pada malam hari untuk melakukan sembahyang tahajud dan selalu pula melakukan puasa sunat. Dia menjaga tingkah-laku dan akhlak dengan mencontohi apa yang ditunjukkan oleh Nabi s.a.w. Hasil daripada kesungguhannya itu terbentuklah padanya keperibadian seorang muslim yang baik. Walaupun demikian dia masih tidak mencapai kepuasan dan kedamaian. Dia masih tidak mengerti tentang Allah s.w.t. Banyak persoalan yang timbul di dalam kepalanya yang tidak mampu dihuraikannya. Dia telah bertanya kepada mereka yang alim, tetapi dia tidak mendapat jawapan yang memuaskan hatinya. Jika ada pun jawapan yang baik disampaikan kepadanya dia tidak dapat menghayati apa yang telah diterangkan itu. Dia mengkaji kitab-kitab tasauf yang besar-besar. Ulama tasauf telah memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh akalnya namun, dia masih merasakan kekosongan di satu sudut di dalam dirinya. Bolehlah dikatakan yang dia sampai kepada perbatasan akalnya.
Hikmat 12 ini memberi petunjuk kepada orang yang gagal mencari jawapan dengan kekuatan akalnya. Jalan yang disarankan ialah uzlah atau mengasingkan diri dari orang ramai. Jika dalam suasana biasa akal tidak mampu memecahkan kubu kebuntuan, dalam suasana uzlah hati mampu membantu akal secara tafakur, merenungi perkara-perkara yang tidak boleh difikirkan oleh akal biasa. Uzlah yang disarankan oleh Hikmat 12 ini bukanlah uzlah sebagai satu cara hidup yang berterusan tetapi ia adalah satu bentuk latihan kerohanian bagi memantapkan rohani agar akalnya dapat menerima pancaran Nur Kalbu kerana tanpa sinaran Nur Kalbu tidak mungkin akal dapat memahami hal-hal ketuhanan yang halus-halus, dan tidak akan diperolehi iman dan tauhid yang hakiki.
Hati adalah bangsa rohani atau nurani iaitu hati berkemampuan mengeluarkan nur jika ia berada di dalam keadaan suci bersih. nur yang dikeluarkan oleh hati yang suci bersih itu akan menerangi otak yang bertempat di kepala yang menjadi kenderaan akal. Akal yang diterangi oleh nur akan dapat mengimani perkara-perkara ghaib yang tidak dapat diterima oleh hukum logik. Beriman kepada perkara ghaib menjadi jalan untuk mencapai tauhid yang hakiki.
Nabi Muhammad s.a.w sebelum diutus sebagai Rasul pernah juga mengalami kebuntuan akal tentang hal ketuhanan. Pada masa itu ramai pendeta Nasrani dan Yahudi yang arif tentang hal tersebut, tetapi Nabi Muhammad s.a.w tidak pergi kepada mereka untuk mendapatkan jawapan yang mengganggu fikiran baginda s.a.w, sebaliknya baginda s.a.w telah memilih jalan uzlah. Ketika umur baginda s.a.w 36 tahun baginda s.a.w melakukan uzlah di Gua Hiraa. Baginda s.a.w tinggal sendirian di dalam gua yang sempit lagi gelap, terpisah dari isteri, anak-anak, keluarga, masyarakat hinggakan cahaya matahari pun tidak menghampiri baginda s.a.w. Amalan uzlah yang demikian baginda s.a.w lakukan secara berulang-ulang sehingga umur baginda s.a.w mencapai 40 tahun. Masa yang paling baginda s.a.w gemar beruzlah di Gua Hiraa’ ialah pada bulan Ramadan. Latihan uzlah yang baginda lakukan dari umur 36 hingga 40 tahun itu telah memantapkan rohani baginda s.a.w sehingga berupaya menerima tanggungjawab sebagai Rasul. Latihan semasa uzlah telah menyucikan hati baginda s.a.w dan meneguhkannya sehingga hati itu mampu menerangi akal untuk mentafsir wahyu secara halus dan lengkap. Wahyu yang dibacakan oleh Jibrail a.s hanyalah singkat tetapi Rasulullah s.a.w dapat menghayatinya, memahaminya dengan tepat, mengamalkannya dengan tepat dan menyampaikannya kepada umatnya dengan tepat meskipun baginda s.a.w tidak tahu membaca dan menulis.
Begitulah kekuatan dan kebijaksanaan yang lahir dari latihan semasa uzlah. Tanpa latihan dan persiapan yang cukup seseorang tidak dapat masuk ke dalam medan tafakur tentang ketuhanan. Orang yang masuk ke dalam medan ini tanpa persediaan dan kekuatan akan menemui kebuntuan. Jika dia masih juga merempuh tembok kebuntuan itu dia akan jatuh ke dalam jurang gila.
Orang awam hidup dalam suasana: “Tugas utama adalah menguruskan kehidupan harian dan tugas sambilan pula menghubungkan diri dengan Allah s.w.t”. Orang yang di dalam suasana ini sentiasa ada masa untuk apa juga aktiviti tetapi sukar mencari kesempatan untuk bersama-sama Allah s.w.t. Orang yang seperti ini jika diperingatkan supaya mengurangkan aktiviti kehidupannya dan memperbanyakkan aktiviti perhubungan dengan Allah s.w.t mereka memberi alasan bahawa Rasulullah s.a.w dan sahabat-sahabat baginda s.a.w tidak meninggalkan dunia lantaran sibuk dengan Allah s.w.t. Mereka ini lupa atau tidak mengerti bahawa Rasulullah s.a.w dan para sahabat telah mendapat wisal atau penyerapan hal yang berkekalan. Hati mereka tidak berpisah lagi dengan Allah s.w.t. Kesibukan menguruskan urusan harian tidak membuat mereka lupa kepada Allah s.w.t walau satu detik pun. Orang yang mata hatinya masih tertutup dan cermin hatinya tidak menerima pancaran Nur Sir, tidak mungkin hatinya berhadap kepada Allah s.w.t ketika sedang sibuk melayani makhluk Allah s.w.t. Orang yang insaf akan kelemahan dirinya akan mengikuti jalan yang dipelopori oleh Rasulullah s.a.w dan diikuti oleh para sahabat iaitu memisahkan diri dengan semua jenis kesibukan terutamanya pada satu pertiga malam yang akhir. Tidak ada hubungan dengan orang ramai. Tidak dikunjung dan tidak mengunjungi. Tidak ada surat khabar, radio dan televisyen. Tidak ada perhubungan dengan segala sesuatu kecuali perhubungan dengan Allah s.w.t.
Dalam perjalanan tarekat tasauf amalan uzlah dilakukan dengan bersistematik dan latihan yang demikian dinamakan suluk. Orang yang menjalani suluk dinamakan murid atau salik. Si salik menghabiskan kebanyakan daripada masanya di dalam bilik khalwat dengan diawasi dan dibimbing oleh gurunya. Latihan bersuluk memisahkan salik dengan hijab yang paling besar bagi orang yang baharu menjalani jalan kerohanian iaitu pergaulan dengan orang ramai. Imannya belum cukup teguh dan mudah menerima rangsangan daripada luar yang boleh menggelincirkannya untuk melakukan maksiat dan melalaikan hatinya daripada mengingati Allah s.w.t. Apabila dia dipisahkan dari dunia luar jiwanya lebih aman dan tenteram mengadakan perhubungan dengan Allah s.w.t.
Semasa beruzlah, bersuluk atau berkhalwat, si murid bersungguh-sungguh di dalam bermujahadah memerangi hawa nafsu dan tarikan duniawi. Dia memperbanyakkan sembahyang, puasa dan berzikir. Dia mengurangkan tidur kerana memanjangkan masa beribadat. Kegiatan beribadat dan pelepasan ikatan nafsu dan duniawi menjernihkan cermin hatinya. Hati yang suci bersih menghala ke alam ghaib iaitu Alam Malakut. Hati mampu menerima isyarat-isyarat dari alam ghaib. Isyarat yang diterimanya hanyalah sebentar tetapi cukup untuk menarik minatnya bagi mengkaji apa yang ditangkap oleh hatinya itu. Terjadilah perbahasan di antara fikirannya dengan dirinya sendiri. Pada masa yang sama dia menjadi penanya dan penjawab, murid dan pengajar. Perbahasan dengan diri sendiri itu dinamakan tafakur.
Pertanyaan timbul dalam fikirannya namun, fikirannya tidak dapat memberi jawapan. Ketika fikirannya meraba-raba mencari jawapan, dia mendapat bantuan daripada hatinya yang sudah suci bersih. Hati yang berkeadan begini mengeluarkan nur yang menerangi akal, lalu jalan fikirannya terus menjadi terang. Sesuatu persoalan yang pada mulanya difikirkan rumit dan mengelirukan, tiba-tiba menjadi mudah dan terang. Dia mendapat jawapan yang memuaskan hatinya kepada persoalan yang dahulunya mengacau fikiran dan jiwanya. Dia menjadi bertambah berminat untuk bertafakur menghuraikan segala kekusutan yang tidak dapat dihuraikannya selama ini. Dia gemar merenung segala perkara dan berbahas dengan dirinya, menghubungkannya dengan Tuhan sehingga dia mendapat jawapan yang memuaskan hatinya. Semakin dia bertafakur semakin terbuka kegelapan yang menutupi fikirannya. Dia mula memahami tentang hakikat, hubung-kait antara makhluk dengan Tuhan, rahsia Tenaga Ilahi dalam perjalanan alam dan sebagainya.
Isyarat-isyarat tauhid yang diterima oleh hatinya membuat mata hatinya melihat bekas-bekas Tangan Allah s.w.t dalam alam maya ini. Dia dapat melihat bahawa semuanya adalah ciptaan Allah s.w.t, gubahan-Nya, lukisan-Nya dan peraturan-Nya. Hasil dari kegiatan bertafakur tentang Tuhan membawa dia bermakrifat kepada Allah s.w.t melalui akalnya. Makrifat secara akal menjadi kemudi baginya untuk mencapai makrifat secara zauk.
Dalam pengajian ketuhanan akal hendaklah tunduk mengakui kelemahannya. Akal hendaklah sedar bahawa ia tidak mampu memahami perkara ghaib. Oleh itu akal perlu meminta bantuan hati. Hati perlu digilap supaya bercahaya. Dalam proses menggilap hati itu akal tidak perlu banyak mengadakan hujah. Hujah akal melambatkan proses penggilapan hati. Sebab itulah Hikmat 12 menganjurkan supaya mengasingkan diri. Di dalam suasana pengasingan nafsu menjadi lemah dan akal tidak lagi mengikut telunjuk nafsu. Baharulah hati dapat mengeluarkan cahayanya. Cahaya hati menyuluh kepada alam ghaib. Apabila alam ghaib sudah terang benderang baharulah akal mampu memahami hal ketuhanan yang tidak mampu dihuraikannya sebelum itu.
Jumat, 30 September 2011
::: Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan :::
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat bimbang karena ia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolonglah aku!?!. teriak Cinta. Dengan segera Kekayaan pun menjawab,Ohh! Maafkan aku Cinta; kata Kekayaan";Perahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pun tak ada ruang lagi untuk engkau di perahuku ini….;. Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.
"Kegembiraan! Tolonglah aku…!"; teriak Cinta. karena Kegembiraan terlalu gembira karena dia telah menjumpai sebuah perahu, dia langsung tidak mendengar teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke paras pinggang dan Cinta semakin panik. Tidak lama selepas itu, lalulah Kecantikan di depannya.
Kecantikan! Bawalah aku bersamamu..!; teriak Cinta
"Wah, Cinta kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama, nanti kau akan mengotori perahuku yang indah ini..? sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya. Cinta mula menangis terisak-isak.
Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku..?? rintihnya sayu.
Ketika Cinta sedang menangis, lewatlah Kesedihan dengan perahunya.
;Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,.kata Cinta.
Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin sendirian..? kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta sudah mulai putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan.;Oh Tuhan tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta…;
Pada saat yang kritis itu, tiba-tiba terdengar suara memanggilnya, Cinta ! Mari cepat naik ke perahuku…" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Kemudian setibanya di pulau yang berseberangan, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Ketika itulah, baru Cinta sadar bahawa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua yang baik hati itu yang telah menyelamatkannya. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.
Oh, orang tua tadi ? Dia ialah Waktu ! kata orang itu.
Cinta pun bertanya lagi.;Tapi mengapakah dia menyelamatkan aku ? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku langsung tidak mau menolongku..? tanya Cinta keheranan.
Sebab, hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu….; kata orang itu. Kemudian pergi meninggalkannya. Setelah itu fahamlah Cinta akan kepentingannya di dunia ini.
Copy by FB
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat bimbang karena ia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolonglah aku!?!. teriak Cinta. Dengan segera Kekayaan pun menjawab,Ohh! Maafkan aku Cinta; kata Kekayaan";Perahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pun tak ada ruang lagi untuk engkau di perahuku ini….;. Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.
"Kegembiraan! Tolonglah aku…!"; teriak Cinta. karena Kegembiraan terlalu gembira karena dia telah menjumpai sebuah perahu, dia langsung tidak mendengar teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke paras pinggang dan Cinta semakin panik. Tidak lama selepas itu, lalulah Kecantikan di depannya.
Kecantikan! Bawalah aku bersamamu..!; teriak Cinta
"Wah, Cinta kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama, nanti kau akan mengotori perahuku yang indah ini..? sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya. Cinta mula menangis terisak-isak.
Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku..?? rintihnya sayu.
Ketika Cinta sedang menangis, lewatlah Kesedihan dengan perahunya.
;Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,.kata Cinta.
Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin sendirian..? kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta sudah mulai putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan.;Oh Tuhan tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta…;
Pada saat yang kritis itu, tiba-tiba terdengar suara memanggilnya, Cinta ! Mari cepat naik ke perahuku…" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Kemudian setibanya di pulau yang berseberangan, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Ketika itulah, baru Cinta sadar bahawa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua yang baik hati itu yang telah menyelamatkannya. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.
Oh, orang tua tadi ? Dia ialah Waktu ! kata orang itu.
Cinta pun bertanya lagi.;Tapi mengapakah dia menyelamatkan aku ? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku langsung tidak mau menolongku..? tanya Cinta keheranan.
Sebab, hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu….; kata orang itu. Kemudian pergi meninggalkannya. Setelah itu fahamlah Cinta akan kepentingannya di dunia ini.
Copy by FB
Minggu, 18 September 2011
♥ Trik Menghadapi Ujian Kehidupan ♥
Mencermati situasi saat ini, terasa betapa kehidupan dirasakan sangat berat. Bencana kekeringan, kelaparan, dan maraknya kejahatan menjadi warna dominan dalam pemberitaan di media cetak taupun elektronik. Kalau musibah atau ujian itu menimpa diri kita, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menghadapinya ?
Paling tidak ada tujuh trik untuk bisa menyelesaikan berbagai ujian kehidupan. Yaitu :
Pertama, yakini bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. “Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (H.R.Bukhari)
Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik.
“Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (H.R.Tirmidzi)
Ketiga, yakini bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Keempat, selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.”(H.R.Muslim)
Kelima, yakini bahwa setelah dalam kesulitan ada kemudahan. Fakta menunjukkan, sering kali ide-ide brilian justru lahir atau muncul ketika kita berada dalam puncak kesulitan. Contoh sederhana, banyak mahasiswa bisa mengarang pada saat menghadapi soal-soal ujian bukan ? “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5 – 6)
Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah swt. berikan, karena Allah swt. tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286)
Ketujuh, hadapi ujian dengan usaha dan do’a. Kerahkan segala ihtiar untuk menyelesaikan ujian dan bingkai usaha itu dengan do’a. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 – 8). “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60)
Itulah tujuh trik untuk menghadapi berbagai ujian. Apapun yang menimpa diri kita, Insya Allah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif, optimisme, ihtiar yang maksial dan dibingkai dengan do’a. Sesungguhnya pertolongan Allah akan turun kalau kita berada di klimaks ujian. Untuk itu, jadikanlah ujian sebagai tangga untuk meraih pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala
Wallahu A’lam bishawwab
Copas By Facebook
Mencermati situasi saat ini, terasa betapa kehidupan dirasakan sangat berat. Bencana kekeringan, kelaparan, dan maraknya kejahatan menjadi warna dominan dalam pemberitaan di media cetak taupun elektronik. Kalau musibah atau ujian itu menimpa diri kita, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menghadapinya ?
Paling tidak ada tujuh trik untuk bisa menyelesaikan berbagai ujian kehidupan. Yaitu :
Pertama, yakini bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. “Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (H.R.Bukhari)
Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik.
“Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (H.R.Tirmidzi)
Ketiga, yakini bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Keempat, selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.”(H.R.Muslim)
Kelima, yakini bahwa setelah dalam kesulitan ada kemudahan. Fakta menunjukkan, sering kali ide-ide brilian justru lahir atau muncul ketika kita berada dalam puncak kesulitan. Contoh sederhana, banyak mahasiswa bisa mengarang pada saat menghadapi soal-soal ujian bukan ? “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5 – 6)
Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah swt. berikan, karena Allah swt. tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286)
Ketujuh, hadapi ujian dengan usaha dan do’a. Kerahkan segala ihtiar untuk menyelesaikan ujian dan bingkai usaha itu dengan do’a. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 – 8). “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60)
Itulah tujuh trik untuk menghadapi berbagai ujian. Apapun yang menimpa diri kita, Insya Allah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif, optimisme, ihtiar yang maksial dan dibingkai dengan do’a. Sesungguhnya pertolongan Allah akan turun kalau kita berada di klimaks ujian. Untuk itu, jadikanlah ujian sebagai tangga untuk meraih pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala
Wallahu A’lam bishawwab
Copas By Facebook
Minggu, 04 September 2011
senyum
"SENYUM" ringan tak bersuara tapi, penuh makna.
"SENYUM" murah tapi, tak ternilai dengan rupiah.
"SENYUM" tak butuh tenaga tapi, besar motivasinya.
"SENYUM" hal yang mudah tapi, selalu nampak indah.
"SENYUM" 1 hal yang biasa tapi, bisa jadi spesial.
"SENYUM" ibadah yang paling mudah tapi, berpahala setara dengan sedekah.
Penuhilah hari2 kita dgn senyuman manis agar semua org ikut tersenyum karena kita.
Keep our smile
(^_^)
Ingin ku MENDAKATImu, ku takut diri ini tidak bisa MENGONTROL.
Ingin ku PEGANG tanganmu ku takut tangan ini malah NAKAL.
Ingin ku MEMANDANG dirimu ku takut mata ini malah akan BERTAMABAH PARAH
Jadi biarkan aku MENJAUH darimu agar KESUCIANMU terjaga.
sehingga ku akan MENGKHITBAH DIRIMU.
Oleh:
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
copas by _ bu guru' becaose .. you
"SENYUM" murah tapi, tak ternilai dengan rupiah.
"SENYUM" tak butuh tenaga tapi, besar motivasinya.
"SENYUM" hal yang mudah tapi, selalu nampak indah.
"SENYUM" 1 hal yang biasa tapi, bisa jadi spesial.
"SENYUM" ibadah yang paling mudah tapi, berpahala setara dengan sedekah.
Penuhilah hari2 kita dgn senyuman manis agar semua org ikut tersenyum karena kita.
Keep our smile
(^_^)
Ingin ku MENDAKATImu, ku takut diri ini tidak bisa MENGONTROL.
Ingin ku PEGANG tanganmu ku takut tangan ini malah NAKAL.
Ingin ku MEMANDANG dirimu ku takut mata ini malah akan BERTAMABAH PARAH
Jadi biarkan aku MENJAUH darimu agar KESUCIANMU terjaga.
sehingga ku akan MENGKHITBAH DIRIMU.
Oleh:
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
copas by _ bu guru' becaose .. you
Selasa, 30 Agustus 2011
Smoga manfaat
Ukuran payudara akan sedikit berubah (membesar) karena pengaruh fluktuasi hormon yang terjadi saat siklus menstruasi atau haid yang normal terjadi. Hal tersebut adalah normal.
Apa sih yang terjadi dalam tubuh seorang wanita, termasuk siklus hormonal di saat itu?
1. Progesteron
Salah satu hormon yang bertanggung jawab terhadap perubahan ukuran (membesar) selama menstruasi adalah hormon progesteron. Level progesteron dalam tubuh wanita mencapai puncaknya di hari ke-21 dari siklus menstruasi 28 hari-an.
2. Prolaktin
Berdasar penelitian yang dilansir The American Cancer Society, terdapat korelasi antara level hormon prolaktin dengan pertambahan ukuran payudara selama menstruasi. Prolaktin bertanggung jawab merangsang kelenjar susu hingga membesar (persiapan menjadi pabrik ASI jika terjadi kehamilan). Prolaktin mencapai puncak levelnya di sekitar 2 minggu sebelum menstruasi (saat masa subur).
3. Estrogen
Sama dengan hormon prolaktin, hormon estrogen juga mencapai puncaknya pada hari ke-14 dari siklus menstruasi 28 hari-an. Hormon estrogen adalah hormon yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan ukuran payudara.
4. Kadar Air
Fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi yang menyebabkan air dalam tubuh akan tertahan. Biasanya terjadi di payudara dan daerah perut (karena itu salah satu tanda menstruasi adalah perut seperti kembung dan membesar). Saat tersebut, sebaiknya anda mengurangi konsumsi garam. Karena garam akan memperbesar kadar air yang tertahan di tubuh.
5. Peringatan
Namun, jika payudara membesar (sekali) dan seperti sangat membengkak, maka ada dugaan terjadi kerusakan jaringan payudara. Pada tahun 1992, dalam sebuah penelitian di RS. Necker di Prancis. Terdapat korelasi antara pembengkakan payudara selama menstruasi dan risiko kanker payudara.
Karena membesar dan kelenjar susu juga membesar, payudarapun menjadi lebih sensitif dibandingkan hari-hari biasa…
Lalu apa yang sebaiknya rekan wanita dapat lakukan?
Kurangi konsumsi garam, kafein, dan lemak dalam pola makan minum untuk mengurangi “pembengkakan” (sementara) payudara selama menstruasi.
Enny K
Apa sih yang terjadi dalam tubuh seorang wanita, termasuk siklus hormonal di saat itu?
1. Progesteron
Salah satu hormon yang bertanggung jawab terhadap perubahan ukuran (membesar) selama menstruasi adalah hormon progesteron. Level progesteron dalam tubuh wanita mencapai puncaknya di hari ke-21 dari siklus menstruasi 28 hari-an.
2. Prolaktin
Berdasar penelitian yang dilansir The American Cancer Society, terdapat korelasi antara level hormon prolaktin dengan pertambahan ukuran payudara selama menstruasi. Prolaktin bertanggung jawab merangsang kelenjar susu hingga membesar (persiapan menjadi pabrik ASI jika terjadi kehamilan). Prolaktin mencapai puncak levelnya di sekitar 2 minggu sebelum menstruasi (saat masa subur).
3. Estrogen
Sama dengan hormon prolaktin, hormon estrogen juga mencapai puncaknya pada hari ke-14 dari siklus menstruasi 28 hari-an. Hormon estrogen adalah hormon yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan ukuran payudara.
4. Kadar Air
Fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi yang menyebabkan air dalam tubuh akan tertahan. Biasanya terjadi di payudara dan daerah perut (karena itu salah satu tanda menstruasi adalah perut seperti kembung dan membesar). Saat tersebut, sebaiknya anda mengurangi konsumsi garam. Karena garam akan memperbesar kadar air yang tertahan di tubuh.
5. Peringatan
Namun, jika payudara membesar (sekali) dan seperti sangat membengkak, maka ada dugaan terjadi kerusakan jaringan payudara. Pada tahun 1992, dalam sebuah penelitian di RS. Necker di Prancis. Terdapat korelasi antara pembengkakan payudara selama menstruasi dan risiko kanker payudara.
Karena membesar dan kelenjar susu juga membesar, payudarapun menjadi lebih sensitif dibandingkan hari-hari biasa…
Lalu apa yang sebaiknya rekan wanita dapat lakukan?
Kurangi konsumsi garam, kafein, dan lemak dalam pola makan minum untuk mengurangi “pembengkakan” (sementara) payudara selama menstruasi.
Enny K
Senin, 29 Agustus 2011
Kamis, 24 Maret 2011

waktu tak berjalan mundur,,……
pengen rasane flashback mundur
sahabat dari air kita bljr ketengan …
dri batu kita belajar ketegaran …
dari tanah qt bljr merubah diri …
dari padi kita bljr rendah hati,…
Dari Allh kita bljr ttg & Kasih syang yg smpurna
( melihat ke atas memperoleh smngt untuk mju ……..
Mlht kbwh : brsykur ats smua yng ada ..
Mlht kesamping : mendapat semangat kebersamaan …
Mlht kebelakang : mendapat pengalaman berharga …
Mlht kedlm : untk instropeksi & Mlht kedepan : untuk menjadi lebih baik ….
Selasa, 01 Maret 2011
SdrQ..hidup adlh permainan,tpi..hidup bkn utk main2..tdk ada yg sia2 dlm hidup ini..sll ada hikmah yg LUAR BIASA bgi siapapun yg mau mngambil pelajaran drnya..dlm permainan yg 'nyata' ini,stp Qt berhak memilih peran yg ingin dimainkannya..&Allah pun tlh mmpersiapkan takdir TERBAIK utk Qt..Allah Maha Tahu peran apa yg TERBAIK bgi Qt..tugas Qt adlh melakukan yg TERBAIK ats peran tsb..snntiasa istiqomah dijalanNy..melangkah menuju ridhaNy..
Langganan:
Postingan (Atom)

