Rabu, 28 September 2016

Senin, 26 September 2016

Allahuakbar

KETIKA JODOH TAK KUNJUNG DATANG Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan mencintai pemilik hati. Daripada sibuk menggerutu saat menanti cinta sejati. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa setiap manusia memiliki jodoh masing-masing. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa setiap manusia telah diberi skenario terindah dari sisi-Nya. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa semua kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa tulang rusuk tidaklah akan tertukar. Karena Ia menciptakan Adam, dan Hawa dijadikan tempat sandaran. Karena Ia menciptakan kita, dan telah menyiapkan kekasih sejati sebagai labuhan. Bukan jodoh yang tak kunjung datang, Tapi kitalah yang mungkin tidak begitu sabar menanti janji Tuhan. Tetap semangat memantaskan diri, semoga Allah pertemukan kita semua dengan pasangan terbaik dari sisi-Nya. Aamiiin ♡#kutipan

Minggu, 18 September 2016

(QS.At-Taubah:40)

Ada waktu kita bersedih . Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan berbagai perkara. Kematian, kemalangan, kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya. . Ada juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya. . Tidak kurang juga yang sedih dengan dirinya yang lemah, keimanannya yang rendah, ibadahnya yang sedikit dan sebagainya. . Ada waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan. . Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(At-Taubah:40) . Ok, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? . Ini artinya ada sesuatu yang salah didalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah bersama kita. Jika kita masih juga bersedih, artinya kita belum merasakan dekatnya dengan Allah . Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. . Menangis adalah bermaksud dalam rangka takut dan berharap kepada Allah, supaya kita bebas dari api neraka. . Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri. . Bersedih Itu Adat Manusia Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang dicintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam bersedih. . Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa memanjangkan kesedihan. . Tetapi sindrom dari kalangan kita adalah, kita suka memanjangkan kesedihan. Seakan Allah tidak wujud dalam kehidupan kita . “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS.At-Taubah:40) . “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139) . Rasulullah saw pun berdoa untuk agar terhindar dari kesedihan, . “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud) Semoga bermanfaat.. ngutip blog maida

Sabtu, 17 September 2016

sabar dan ikhlas _

“Ketika yang diperjuangkan memilih mundur, Allah knows, while you know not
http://kisahikmah.com/wudhu/ pernah liat clnane basa kecipratan rawani aruh2,liat artikel itu ingat "sampyn

Sabtu, 10 September 2016

Darimu untukku

Khatam lagi.,,, Smga dirimu sehat, etc dll ♡♡♡♡♡♡♡