Minggu, 18 September 2016

(QS.At-Taubah:40)

Ada waktu kita bersedih . Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan berbagai perkara. Kematian, kemalangan, kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya. . Ada juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya. . Tidak kurang juga yang sedih dengan dirinya yang lemah, keimanannya yang rendah, ibadahnya yang sedikit dan sebagainya. . Ada waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan. . Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(At-Taubah:40) . Ok, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? . Ini artinya ada sesuatu yang salah didalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah bersama kita. Jika kita masih juga bersedih, artinya kita belum merasakan dekatnya dengan Allah . Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. . Menangis adalah bermaksud dalam rangka takut dan berharap kepada Allah, supaya kita bebas dari api neraka. . Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri. . Bersedih Itu Adat Manusia Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang dicintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam bersedih. . Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa memanjangkan kesedihan. . Tetapi sindrom dari kalangan kita adalah, kita suka memanjangkan kesedihan. Seakan Allah tidak wujud dalam kehidupan kita . “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS.At-Taubah:40) . “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139) . Rasulullah saw pun berdoa untuk agar terhindar dari kesedihan, . “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud) Semoga bermanfaat.. ngutip blog maida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar