Jumat, 16 Desember 2016

Senin, 24 Oktober 2016

DOA UNTUK KEKASIH HATI

Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya walaupun dia bukan milikku. Terimakasih untuk saat-saat indah yang boleh kami nikmati bersama. Terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama. Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu. Saya datang bersujud dihadapan-Mu, Sucikan hati saya yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya. Yaa Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya. Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya di hatinya. Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan usirlah dia dari relung hati saya. Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni. Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat. Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, yaa Allah, tolong satukan hati kami. Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya. Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya. Usapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan. Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia. Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini. Lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu. Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik buat saya. Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya. Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbing saya menuju terang-Mu. Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan. Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya, yaa Allah. Amin....

25/10/2016

Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan." Pernahkah Kamu Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya, Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi. Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah, Aku pernah,......... Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku, Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja, Aku pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku. Aku juga pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan...... Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga. Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya. Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia. Buat temanku yg sedang terluka karena cinta... Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya, bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu. Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia. Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah.. karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab.. Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu. Buat temanku yang mempermainkan cinta.... Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan. Cinta bukan suatu kehampaan. Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya. #ngutip _

tiati :)

Menghina orang yaitu satu perbuatan tercela, serta Allah tidak suka pada hal itu. Lantaran umumnya, orang yang suka mengejek serta mencaci maki orang lain yaitu mereka yang berlaku sombong. Selain itu, mengejek yaitu perbuatan yang bisa menyakiti hati orang lain. Sedang Allah begitu membenci orang yang menyakiti orang lain, terutama yaitu orang yang menyakiti seseorang muslim. Rasulullah SAW bersabda, " Mencaci orang Islam (Muslim) yaitu perbuatan fasiq serta membu*nuhnya yaitu perbuatan kufur. " HR. Muslim Tetapi saat ini beberapa orang yang sama-sama mengejek keduanya, walau sebenarnya hal tersebut adalah perbuatan dosa. Serta dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka. Sebaiknya, orang yang memperoleh hinaan atau cacian sebaiknya tidak lakukan balasan mencela orang yang mengejek dianya itu. Lantaran, waktu ada orang yang mengejek kita malah kita bakal memperoleh pahala. Karenanya, kita tidak bisa bersedih jika ada seorang yang dengan berniat mengejek serta merendahkan kita. Lantaran, sesungguhnya orang itu tengah memberikan hadiah pada kita, yakni : Ia tengah memberi kebaikannya (pahalanya) pada kita. " Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita peroleh. Dengan kata lain, jika kita tengah dihina atau direndahkan orang lain, jadi Allah bakal memberi kita pahala jika kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata : " Bila saya bisa berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak saya ghibahi. Lantaran cuma mereka berdua yang paling berhak saya serahi kebaikanku ". Salah seseorang salaf juga berkata : " Jika hingga padamu pengucapan dari saudaramu (berbentuk celaan) yang menyakitimu, jadi jangan sampai engkau kuatir. Kalau pengucapan itu benar, jadi itu yaitu hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Serta kalau pengucapan itu tidak benar, jadi itu bakal jadi pahala bagimu tanpa mesti berbuat baik. " Sedang untuk orang yang menghina tersebut, jadi Allah telah mempersiapkan neraka serta siksa baginya. Lantaran mencela adalah satu perbuatan yang dzalim, Allah berfirman : " Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang lelaki merendahkan himpunan yang lain, bisa jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Serta jangan pula sekumpulan wanita merendahkan himpunan yang lain, bisa jadi yang direndahkan itu tambah baik. Serta jangan sampai sukai mencemooh dirimu sendiri serta janganlah memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan yaitu (panggilan) yang jelek setelah iman serta barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka tersebut beberapa orang yang zalim. " QS. Al-Hujarat ayat 11 Dan orang yang mencemooh itu yaitu orang yang tengah menanggung kebohongan serta dosa yang begitu besar, Allah sudah menyatakannya : " Serta orang-orang yang menyakiti beberapa orang yang mukmin serta mukminat tanpa kekeliruan yang mereka perbuat, jadi sebenarnya mereka sudah menanggung kebohongan serta dosa yang nyata. " QS. Al-Ahzab ayat 58 Untuk itu, janganlah suka mencela orang lain. Lantaran Allah tidak menyukainya serta mereka yang berbuat demikian akan memperoleh dosa yang begitu besar. Mudah-mudahan kita senantiasa dalam perlindungan Allah. Aamiin...
dikutip : _ ana

Rabu, 28 September 2016

Senin, 26 September 2016

Allahuakbar

KETIKA JODOH TAK KUNJUNG DATANG Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan mencintai pemilik hati. Daripada sibuk menggerutu saat menanti cinta sejati. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa setiap manusia memiliki jodoh masing-masing. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa setiap manusia telah diberi skenario terindah dari sisi-Nya. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa semua kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita. Yakinlah dengan keadilan-Nya, Bahwa tulang rusuk tidaklah akan tertukar. Karena Ia menciptakan Adam, dan Hawa dijadikan tempat sandaran. Karena Ia menciptakan kita, dan telah menyiapkan kekasih sejati sebagai labuhan. Bukan jodoh yang tak kunjung datang, Tapi kitalah yang mungkin tidak begitu sabar menanti janji Tuhan. Tetap semangat memantaskan diri, semoga Allah pertemukan kita semua dengan pasangan terbaik dari sisi-Nya. Aamiiin ♡#kutipan

Minggu, 18 September 2016

(QS.At-Taubah:40)

Ada waktu kita bersedih . Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan berbagai perkara. Kematian, kemalangan, kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya. . Ada juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya. . Tidak kurang juga yang sedih dengan dirinya yang lemah, keimanannya yang rendah, ibadahnya yang sedikit dan sebagainya. . Ada waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan. . Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(At-Taubah:40) . Ok, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? . Ini artinya ada sesuatu yang salah didalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah bersama kita. Jika kita masih juga bersedih, artinya kita belum merasakan dekatnya dengan Allah . Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. . Menangis adalah bermaksud dalam rangka takut dan berharap kepada Allah, supaya kita bebas dari api neraka. . Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri. . Bersedih Itu Adat Manusia Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang dicintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam bersedih. . Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa memanjangkan kesedihan. . Tetapi sindrom dari kalangan kita adalah, kita suka memanjangkan kesedihan. Seakan Allah tidak wujud dalam kehidupan kita . “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS.At-Taubah:40) . “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139) . Rasulullah saw pun berdoa untuk agar terhindar dari kesedihan, . “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud) Semoga bermanfaat.. ngutip blog maida

Sabtu, 17 September 2016

sabar dan ikhlas _

“Ketika yang diperjuangkan memilih mundur, Allah knows, while you know not
http://kisahikmah.com/wudhu/ pernah liat clnane basa kecipratan rawani aruh2,liat artikel itu ingat "sampyn

Sabtu, 10 September 2016

Darimu untukku

Khatam lagi.,,, Smga dirimu sehat, etc dll ♡♡♡♡♡♡♡

Selasa, 09 Agustus 2016

slmt ultah, smga kdpan lbih baik, sht slalu

Senin, 23 Mei 2016

HUKUMAN YANG TIDAK TERASA* Seorang murid mengadu kepada gurunya: "Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita". Sang Guru menjawab dengan tenang: "Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa". "Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: Sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan". Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari "kekerasan hatinya dan kematian hatinya". Sebagai contoh: Sadarkah engkau, bahwa Allah telah mencabut darimu rasa bahagia dan senang dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di hadapanNya..? Sadarkah engkau tidak diberikan rasa khusyu' dalam shalat..? Sadarkah engkau, bahwa beberapa hari2 mu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca Al-Qur'an, padahal engkau mengetahui firman Allah: "Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah". Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat Ayat Al-Qur'an, seakan engkau tidak mendengarnya... Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang engkau begadang... Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst.. tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..?? Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu..??? Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..??? Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo'a kepadanya..??? Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..??? Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..??? Sadarkah engkau, yang mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang ke yang haram..??? Sadarkah engkau, bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..??? Semua bentuk pembiaran ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya... Waspadalah wahai anakku, agar engkau tidak terjatuh ke dalam dosa dosa dan meninggalkan kewajiban kewajiban. Karena hukuman yang paling ringan dari Allah terhadap hambaNya ialah: "Hukuman yang terasa" pada harta, atau anak, atau kesehatan. Sesungguhnya hukuman terberat ialah: "Hukuman yang tidak terasa" pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa._ Karena itu wahai anakku, Perbanyaklah di sela sela harimu, amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu... (Diterjemahkan dari Taushiyah Syaikh Abdullah Al-'Aidan di Masjidil Haram pada 22 Rajab 1437)

Minggu, 17 April 2016

KUTIPAN PESAN UNTUKKU

APABILA datang seorang lelaki kepadamu dan mengatakan ia mencintaimu janganlah kau lekas percaya, karena cinta itu butuh proses bukan sekali seduh langsung matang seperti indomie. Apabila saat ini kau sedang dekat dengan seorang lelaki, lalu ia berjanji, peganglah janjinya, apabila sekali berjanji ia ingkar, tunggullah sampai ia menepati janjinya yang ketiga, apabila ia masih ingkar, maka tinggalkanlah… Karena, bagaimana mungkin ia bisa menjadi lelaki baik yang bisa kau percaya, sementara janji-janji kecilnya pun dia lupa…. Adikku, Apabila saat ini kau sedang jatuh hati pada seorang lelaki, tahanlah. Tahan perasaanmu, jangan sampai hasratmu itu membuatmu berperilaku aneh serta ganjil. Kau akan disangka gila nantinya. Perhatikan baik-baik orang yang kau percayakan hatimu digenggang olehnya. Apakah dia lelaki yang baik, atau malah sebaliknya. Kalau pun memang baik, pastikan kebaikannya bukan sebatas pura-pura. Karena, kelak jika kau benar-benar memilikinya, kau hanya akan merasakan kebahagiaan semu akibat kepura-puraannya…. Adikku, Allah menciptakan lelaki dengan fitrahnya masing-masing, yakni mudah tertarik hatinya pada wanita. Maka, pastikanlah lelaki yang kau pilih adalah lelaki setia yang tidak banyak cabangnya di mana-mana. Jangan mau kau dibohongi, ketika kau dirayu, dipuja manjanya, lalu pada wanita lain pun ia begitu…. Maukah kau jadi boneka mainannya wahai adikku? Tidak, jangan sama sekali…. Adikku, Sejatinya manusia itu diciptakan dengan hati yang berubah-ubah. Hari ini ia bilang “YA” besok bisa jadi ia bilang “TIDAK”, jadi jangan mau kau serahkan segenap hatimu kepadanya. Nanti kau menyesal, nanti kau patah hati dan pasti terluka. Adikku, Lelaki yang baik, adalah lelaki yang mampu menjaga kehormatannya, memenuhi janjinya walaupun janji itu nampak kecil namun apabila ia tak mampu jua memenuhinya, lalu bagaimana jika kelak ia berjanji menjagamu seumur hidup bisa kau percaya sementara janji kecilnya saja ia gampang lupa, bagaimana mungkin ia setia sementara rayuan alay-nya singgah di mana-mana…. Adikku, Jika saat ini kau sedang dilema, memilih satu dari sekian banyak lelaki…. Maka, pilihlah lelaki yang sudah Allah pilihkan untukmu, yakni dengan menyerahkan keputusan terbaik dari-Nya…. Minta, Mintalah pada-Nya, Allah pabriknya. Tak perlu berlelah-lelah kau memilih, tak perlu berletih-letih kau mencari lelaki, serahkan saja pada Allah, nanti Allah akan mengirimkan lelaki terbaik sesuai dengan apa dan siapa dirimu…. Adikku, Jangan buang waktumu memikirkan lelaki yang belum tentu memikirkanmu… Tak lelahkah engkau wahai adikku? Saat di sepertiga malam kau sebut-sebut namanya sementara di sepertiga malam itu pula ia menyebut nama lain dalam do’a dan nama itu bukan namamu…. Kauhabiskan energi memikirkannya, Kauhabiskan waktu memuja mujinya Lagu melankolis kauputar sepanjang hari demi perwakilan atas perasaanmu padanya… Makan mu tak enak, tidurmu diganggu bayangan wajahnya…. Adikku, Jika memang kau menginginkannya… Katakan kepada Pemilik hatinya Apakah tepat pilihanmu, apakah benar ia lelaki yang baik…. Apabila Allah menjawab, IYA Kalian pasti akan bersanding di pelaminan dalam ikatan suci…. Atas ijin serta keridhoan-Nya. Karena Allah telah berjanji wanita baik hanya untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula. Adikku, Janji Allah itu pasti Allah tak akan ingkar Maka kakakmu ini berpesan, Perbaiki ibadahmu, Pantaskan dirimu menjadi salah satu wanita baik yang Allah sebut di dalam kalam-Nya Karena, Kitab Lauhul Mahfudz tidak akan merubah catatan nama lelaki yang sudah Allah tetapkan untukmu Jadi, Bersiaplah. KOPAS B infoviralislami

Sabtu, 19 Maret 2016

Hari ini sblm subuh, Khtm lagi